Get Adobe Flash player

Pembiayaan

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan tegaknya aturan, etika dosen, etika mahasiswa, etika karyawan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan,  dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Program Studi PSR dalam pemilihan pimpinan mempunyai sistem dan mekanisme tertentu berdasarkan asas kepatutan dan kepantasan yang tertuang dalam Peraturan Rektor UNS No. 279/H27/KP/2010, tentang Tatacara Pemilihan calon pimpinan Universitas, Fakultas, dan Jurusan/ Bagian/ Program Studi di Universitas Sebelas Maret (lihat di lampiran standar 2).

Adapun mekanisme yang dianut ialah :

  1. Melakukan identifikasi dewan dosen yang memenuhi syarat dan bersedia dicalonkan menjadi Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi.
  2. Melakukan Sidang Dewan Dosen yang dipimpin oleh dosen paling senior yang bertujuan melaksanakan pemungutan suara secara langsung untuk menentukan Ketua Prodi.
  3. Ketua Prodi terpilih menentukan 2 (dua) calon sekretaris untuk dapat dipilih secara langsung dalam Sidang Dewan Dosen tersebut.
  4. Sidang Dewan Dosen juga menentukan Ketua Laboratorium.
  5. Pimpinan sidang membuat berita acara hasil pemilihan untuk dikirim ke Fakultas.

Kehidupan dosen dan mahasiswa juga telah diatur secara baik. Tata kehidupan dosen diatur dalam SK Rektor tentang Kode Etik Dosen, yaitu No. 45/ J27/KP /2001 (lihat di lampiran standar 2). Etika di sini menjadi pedoman dosen dalam berfikir, bersikap dan bertingkah laku dalam menjalankan tugas kewajiban dan pergaulan serta kewajiban terhadap keluarga dan diri sendiri, untuk  mewujudkan keluhuran profesi dosen. Pelanggaran terhadap etika ditangani oleh tim Binap yang dibentuk di tingkat Fakultas dan Universitas. Sanksi atas pelangaran etika dosen, yang berupa sanksi akademik, sanksi administratif dan sanksi moral dapat diberikan oleh dekan atau rektor tergantung pada berat ringannya pelanggaran. Beberapa sanksi yang pernah diberikan adalah peringatan, larangan mengajar, skorsing, penundaan kenaikan pangkat, sampai pemecatan.

Etika kehidupan mahasiswa diatur dalam SK Rektor No. 828/H27/KM/2007, yang berisi tentang hak dan kewajiban, larangan dan sanksi, berupa teguran secara lisan, tertulis, penghapusan hasil studi dalam periode tertentu, larangan melakukan kegiatan akademik dalam periode tertentu dan pemecatan serta penghargaan bagi yang berprestasi luar biasa (lihat di lampiran standar 2).  Di prodi PSR, kedua tatanan tentang etika disosialisasikan dan dilaksanakan dengan baik. Setiap orang menjadi pengamat atas dirinya sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>