Limbah cangkang telur adalah salah satu limbah yang pemanfaatannya kurang dilirik masyarakat. Hal itulah yang melatarbelakangi 5 Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS secara kreatif memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai bahan pembuatan lukisan yang cantik dan ramah lingkungan sebagai kiat untuk memecahkan permasalahan limbah cangkang telur. Menurut Direktorat Jendral Peternakan tahun 2013, produksi telur ayam ras petelur dan buras di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 1.337.030 ton pertahunnya (Suyati, 2013). Sekitar 10% dari telur merupakan cangkangnya, sehingga dihasilkan 133.703 ton cangkang telur pertahun dengan. Limbah cangkang telur yang tidak dimanfaatkan seringkali mencemari lingkungan karena cangkang telur merupakan limbah padat yang sukar membusuk menjadi tempat perkembangbiakan bakteri faktor penyakit.
Melihat fenomena tersebut, lima orang mahasiswa Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS mencetuskan sebuah program kreativitas mahasiswa (PKM) , dengan nama ESCA (Egg Shell Craft Art). Program Kreativitas Mahasiswa Mahasiswa – Kewirausahaan ( PKM-K) ini dipelopori oleh Andri Aulia Rahman, Anom Mohammad Rais, Dewi Yuliani Islamiyah, Fia Okti Khasanah, Dan Tri Lestari yang dibimbing oleh Dra. MY. Ning Yuliastuti, M. Pd. Pada penelitian tersebut, lima mahasiswa FKIP UNS terebut menciptakan inovasi dan kreasi karya seni sebagai produk yang diminati masyarakat melalui pemanfaatan limbah cangkang telur yang didesain sebagai karya seni yang dapat digunakan untuk dekorasi ruangan mulai masjid, rumah, sekolah, dan kantor. Banyak kegunaannya yang beragam, ESCA juga memiliki potensi usaha yang cukup besar. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan mudah ditemukan, modal yang diperlukan pun relatif terjangkau dan tentunya ESCA adalah karya seni yang ramah lingkungan. Dan kemarin pada tanggal 11-15 Mei 2019 tim PKM ESCA ikut juga membuka stand penjualan di acara Art Edu Care#10 Dan buat temen-temen semua mohon doanya ya semoga ESCA lolos PIMNAS 2019?


