Surakarta – Sampah bagi sebagian orang adalah hal yang menjijikkan dan kurang bernilai karena memiliki bau yang tidak sedap atau dianggap sebagai barang yang tidak memiliki fungsi lagi. Pada umumnya sampah akan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi sebelum sampah berujung di TPA, sampah akan lebih dulu diarahkan ke bank sampah. Bank sampah merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Beberapa kota sudah menerapkan bank sampah, salah satunya yaitu bank sampah di Gulon Asri, Surakarta.

Bank sampah Gulon Asri terletak di Gulon Asri, RT.05 RW.21 Kecamatan Jebres, Surakarta dengan ibu-ibu sekitar sebagai anggota komunitasnya. Bank Sampah Gulon Asri memiliki potensi yang baik dalam memanfaatkan limbah sehingga barang tersebut layak dijual. Produk yang dihasilkan merupakan kreativitas dari ibu-ibu yang mengembangkan dan mengkreasikan sampah menjadi barang yang bagus dan memiliki manfaat. Produk-produk menarik hasil dari kreativitas mereka di antaranya aksesoris, bantal, dan kerajinan tangan. Barang-barang tersebut telah diperjualbelikan secara langsung, tetapi agar penjualan barang lebih banyak dan dapat menjangkau banyak sasaran perlu adanya pemasaran yang lebih gencar salah satunya melalui media sosial. Penjualan melalui media sosial membutuhkan foto produk yang dapat menarik konsumen.

Bank sampah Gulon Asri belum memiliki foto produk yang menarik. Selain itu bank sampah tersebut belum memiliki pengetahuan tentang fotografi produk, tidak memiliki alat yang memadai untuk pengambilan foto produk, dan dana bank sampah juga belum bisa menyewa fotografer untuk memotret produk bank sampah. Padahal fotografi produk memiliki peran yang penting dalam penjualan suatu produk secara online. Foto produk akan memberikan tampilan atau kesan pertama secara visual kepada konsumen, apakah produk tersebut menarik atau layak tidak untuk dibeli. Maka dari beberapa kendala inilah yang menginisasi beberapa dosen UNS, Endri Sintiana Murni, Nurhayatu Nufut Alimin, dan Esterica Yunianti untuk memberikan pelatihan fotografi produk di bank sampah Gulon Asri, Surakarta.

“Pemasaran penting dalam meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan oleh suatu tempat usaha. Salah satu upaya dalam melaksanakan pemasaran dari produk yaitu dengan melakukan fotografi produk dengan media yang dimiliki yaitu smartphone. Apalagi Smartphone saat ini telah dilengkapi dengan kamera dan aplikasi edit foto yang dapat membantu membuat foto produk lebih menarik,” papar Endri Sintiana Murni, selalu dosen UNS yang menggagas pelatihan fotografi tersebut.

Pelatihan fotografi tersebut disampaikan kepada anggota bank sampah dengan memberikan materi terkait fotografi terlebih dahulu dengan harapan saat pelatihan dan praktik memotret mereka dapat memahami langkah atau fitur-fitur yang dapat digunakan melalui aplikasi di smartphonenya. Fotografi dilakukan dengan menyusun produk-produk bank sampah dengan sedemikian rupa sehingga saat didokumentasikan dapat diperoleh hasil produk yang terbaik dan menarik konsumen.

“Pelatihan fotografi ini sangat bermanfaat untuk bank sampah Gulon Asri. Kami berharap dengan adanya latihan fotografi, produk-produk dapat lirik dan diminati oleh pembeli, sehingga nantinya ada peningkatan penjualan produk. Semoga tingkat kesejahteraan warga sekitar juga lebih baik,” ucap salah satu ibu yang ada di bank sampah tersebut. Maka perlu kita mensyukuri segala nikmat dari Tuhan dengan terus belajar dan tidak merendahkan apapun juga termasuk sampah. Mari bijak memilah sampah! Kini sampah telah menjelma keberkahan yang telah menjadi perpanjangan dan harapan kehidupan untuk orang lain.

Leave A Comment