Limbah kain perca yang seringkali dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi karya tekstil kreatif dan bernilai ekonomis tinggi. Berangkat dari kepedulian terhadap masalah limbah tekstil serta dorongan untuk memberdayakan kelompok masyarakat rentan, tim dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) menggagas sebuah program pelatihan pengolahan limbah kain perca. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Bina Anak Yatim dan Dhuafa (BAYAD) Sukoharjo dengan tujuan menumbuhkan kemandirian ekonomi serta kreativitas anak-anak binaan dan ibu-ibu pendamping.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, pelatihan ini meliputi pengenalan bahan limbah, teknik dasar menjahit dan mendesain, hingga strategi pemasaran produk hasil olahan seperti tas, dompet, sarung bantal, dan kerajinan rumah tangga lainnya. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai keberlanjutan dan kewirausahaan sosial.

Kegiatan ini merupakan kegiatan positif dimana akademisi dan masyarakat berupaya menciptakan solusi berkelanjutan atas isu lingkungan dan sosial, serta membangun jalan kemandirian. Maka dari beberapa kendala inilah yang menginisasi beberapa dosen UNS, Edy Tri Sulistyo,  Adam Wahida, Endri Sintiana Murni, Edi Kurniadi, dan Basuki Sumartono untuk memberikan pengolahan limbah kain perca menjadi karya tekstil di Bina Anak Yatin dan Dhuafa Sukoharjo. Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian materi dan praktik secara luring. Solusi yang dipilih merupakan solusi yang bisa dilaksanakan untuk menambah keterampilan hidup dan bekal bagi mereka. Pelatihan itu sendiri meliputi pemilihan limbah kain, menyusun kain yang sudah dipilih, membuat pola, menjahit, dan mempercantik produk. Hasil pelatihan berupa karya dari limbah kain yang fungsional maupun nonfungsional berupa hiasan, totebag, dan lainnya.

“Pelatihan pengolahan limbah kain ini penting dalam meningkatkan kemandirian dan memanfaatkan barang yang tidak terpakai yaitu limbah menjadi karya. Salah satu upaya dalam melaksanakan kegiatan tersebut merupakan bekal bagi para warga panti menjadi lebih mandiri dan dapat berwirausaha kedepannya,” papar Endri Sintiana Murni, salah satu dosen UNS yang menggagas pelatihan tersebut.

 

Leave A Comment