Art Edu Care #4: Back to Basic

11 – 15 Maret 2013
Dalam kehidupan sosial maupun individu seseorang, tentunya tidak lepas dari nilai-nilai seni. Nilai-nilai seni ini meliputi nilai intrinsik dan ekstrinsik. Secara sadar maupun tidak disadari, seni sudah menjadi sesuatu yang melekat, yang selalu ada di sekitar kita. Namun, fakta yang ada, hanya segelintir dari sekelompok masyarakat yang menyadari bahwa seni melekat dalam kehidupan. Hal yang mendasar tersebut itulah yang membuat kita kembali ke dasar untuk memahami keberadaan seni tersebut.
Sebagai wujud usaha mengidentifikasi keberadaan seni yang merangkum dasar penciptaan dari seniman dalam mengolah dan mengkompisisikan semua unsur rupa ke dalam sebuah karya, khususnya bagi masyarakat pendidikan seni rupa Indonesia, kegiatan Art Edu Care kembali digelar ke-empat kalinya dengan mengusung tema Art Edu Care # 4 “Back to Basic”.
Nilai seni, dibagi menjadi dua golongan yakni nilai intrinstik dan ekstrinsik. Nilai intrinsik adalah nilai yang hakiki dan bersifat mutlak. Nilai ekstrinsik sendiri merupakan nilai yang tidak langsung menentukan suatu karya seni, melainkan berfungsi mendukung, memperkuat kehadiran karya seni itu dan bersifat melengkapi.
Dalam konteks kekaryaan juga tidak terlepas dari esensi kesenian seperti di atas. Seniman dituntut untuk mampu menghasilkan karya baik dua dimensi ataupun tiga dimensi dengan tetap memperhatikan nilai-nilai dasar seni. Karya seni haruslah indah, walaupun indah merupakan objektvfitas yang bersumber pada sudut subjektivitas. Dengan demikian tema Art Edu Care # 4 “Back to Basic” diusung untuk merangkum hal-hal yang bisa digunakan sebagai dasar penciptaan seorang seniman dalam mengolah dan mengomposisikan semua unsur rupa ke dalam sebuah karya.
Events


Sebagai respon terhadap tema Art Edu Care dan sebagai pengembangan Fashion Show yang dilaksanakan pada pembukaan Art Edu Care #3, pada pagelaran Art Edu Care #4 tahun 2013 ini belasan Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS di bawah bimbingan Endang Sri Handayani, S. Sn. mencoba membuat kostum dengan dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Dari bahan-bahan berupa plastik, keping Compact Disk (CD) bekas, tikar, karung goni, kardus dan lain sebagainya terciptalah kostum yang unik dan artistik.
Kostum ini dipamerkan dengan Art Edu Care, Fasion pada tanggal 1 Maret 2013 di lapangan rektorat UNS dan halaman gedung Dekanat FKIP Uns. kegitan ini menarik banyak dari berbagai kalangan sehingga pada tanggal 16 Mei 2013 kostum karya mahasiswa tersebut kembali dipamerkan untuk meramaikan kegiatan HUT Kabupaten Sragen yang ke – 267.

Pameran yang diselenggarakan di galeri seni rupa Taman Budaya Jawa Tengah. mengacu pada kuratoril pameran, keseluruhan karya yang dipamerkan kali ini merupakan hasil eksplorasi medium non-konvensional.


Pada tanggal 13 Maret 2013 ini didakan seminar di Gedung Internasonal dengan tema “Keberagaman dan Makna Nilai Kearifan Lokal sebagai Sumber Inspirasi dalam Pembelajaran Seni Budaya yang Bermartabat dalam Jagad Pendidikan Kita di Tengah Kegalauan Kapitalisme” dilaksanakan di Gedung F FKIP UNS. Menghadirkan pembicara utama; Prof. Dr. Msakatsu Tozu (Jepang), Prof. Dr. Ismail Ibrahim (Malaysia), Dr. Bahrudin Arus (Brunei Darussalam), Prof. Dr. Sofyan Salam, M.A., P.hD (Indonesia), Prof. Dr. Dieter Mack (Jerman), Dr. Edy Tri Sulistyo, M.Pd (Indonesia), dan sebagai Keynote Speaker adalah Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi, M.A. (Indonesia).

Selain pameran, Perfomance Art merupakan kegiatan yang menjadi agenda tetap yang masuk ke dalam kegiatan Art Edu Care semenjak awal. Digelar pada malam hari di space antar dua galeri TBJT kegiatan ini menarik perhatian dan merupakan kegiatan yang ditunggu bagi mahasiswa yang condong kepada seni performance art.

Dalam rangkaian Art Edu Care #4 Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS mengadakan bedah kampung Ngoresan Pada Tanggal 14 Maret 2013. Acara ini merupakan perwujudan dari kepedulian Pendidikan Seni Rupa terhadap kampung Ngoresan yang bersebelahan dengan UNS. Acara yang di buka secara langsung oleh Pemkot Solo beserta Pihak UNS ini disaksikan oleh mahasiswa dan masyarakat di lingkungan UNS.
Dalam bedah kampung ini sebagai kegiatan di antaranya bakti sosial, mural kampung, Workshop Aplikasi fanel, lomba menggambar serta panggung gembira seni rupa. Ke depan, adanya kegiatan bedah kampung ini diharapkan dapat menjalin kerja sama lebih jauh di antara akademis dengan Pemkot Solo Kreatif yang berbasis kampung.
Kegiatan ini selain diikiuti mahasiswa UNS dan mahasiswa delegasi dari berbagai Universitas pesreta juga diikuti oleh beberapa mahasiwa dan Institut Seni Indonesia.

Youtube
Pameran Seni Rupa Arteducare #4
Art Edu Fashion Pendidikan Seni Rupa UNS 2013























