Art Edu Care #8: Side by Side

Art Edu Care #7

28 Maret – 1 April 2017

Di era kontemporer ini, gagasan untuk melihat dan merumuskan kembali pertanyaan tentang fungsi seni bagi masyarakat menjadi salah satu landasan maraknya praktik seni yang melibatkan peran aktif masyarakat. Belajar dari kehidupan masyarakat tradisi, dapat dilihat bagaimana seni tradisi melibatkan elemen- elemen pendukungnya, seperti: seniman, pendukung artistik, dan penonton yang menikmati. Di dalamnya ada spirit komunalitas, partisipasi, dan dedikasi dari masyarakat penyangganya. Sementara dalam kancah seni rupa modern barat, praktik seni yang melibatkan peran serta partisipan dikenal dengan istilah ‘participatory art’ (seni partisipatori). Genre seni ini mulai mendapat perhatian dalam praksis maupun pewacanaan yang kemunculannya merupakan satu bentuk penentangan atas elitisme seni, ketika wacana seni hanya didominasi segelintir kepentingan (seniman-galeri) sementara masyarakat hanya menjadi konsumen. Seni partisipatori muncul menjadi alternatif dalam proses penciptaan seni dan memberikan kemungkinan bagi masyarakat awam menjadi bagian praktik/karya seni.

Seni Partisipatori memungkinkan setiap individu yang terlibat untuk mengeksplorasi hal-hal yang menarik dan berarti bagi kehidupannya. Sebab konsepsi dasar dari aktivitas seni ini adalah sebuah proses kreatif di mana seniman dan partisipan mampu memproduksi makna secara bersama-sama. Artinya, seniman bekerja bersama individu atau kelompok untuk mengeksplorasi ide-ide yang berarti bagi mereka dan bagaimana memaknai suatu hal yang telah dibuat.

Seni Partisipatori berfokus pada kreativitas yang bersifat menantang dan memiliki daya gugah bagi seniman maupun partisipannya. Setiap proses kreatif yang dijalankan harus mampu menggugah kesadaran setiap individunya, untuk melihat suatu hal yang berarti bagi kehidupan mereka saat ini. Oleh karena itu, aktivitas-aktivitas seni yang dilakukan harus mengedepankan cara-cara yang kreatif, non-linear, untuk mengeksplorasi potensi kreatif yang selama ini kadang terabaikan. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan perspektif alternatif tentang identitas diri sendiri dan orang lain, yang akan ditunjukkan melalui sikap spontanitas, penggunaan bahasa, dan simbol visual dalam karya seni yang diciptakan.

Seni Partisipatori bersifat aktual dan kontekstual. Sebuah aktivitas yang menekankan pada pemahaman diri, penggalian potensi atas pengalaman dan identitas individu. Seniman dan partisipan memahami konteks keberadaan mereka dalam ranah sosial masyarakat dan budayanya. Bahan baku dari proyek seni partisipatori adalah pengalaman tertentu dari partisipan dan seniman. Keduanya harus menemukan cara untuk mengungkapnya.

Seni Partisipatori merupakan proses eksplorasi kreatif bersama, sekaligus ruang belajar bagi seniman dan para partisipan. Memahami bahwa masing-masing individu memiliki potensi kreatif, pengetahuan dan ketrampilan maka seniman dan partisipan saling merumuskan pertanyaan yang akan menjadi landasan dari praktik seni yang dijalankan. Prinsip ini sekaligus menegaskan bahwa kerja seni partisipatori berbasis pada proses. Pada akhirnya seni partisipatori tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada ‘jejak-jejak’ yang ditinggalkan oleh ‘seni’ itu sendiri

Art Edu Care #9

Selamat Datang

di Art Edu Care #8: Side by Side

Katalog Art Edu Care #8

Events

Kampung Joyoraharjan, kel. Purwodiningratan, Kec. Jebres, Surakarta, Jawa Tengah.

Beberapa tahun terakhir terkait sub-sub kegiatan ARTEDUCARE dalam mencoba mendekatkan masyarakat untuk dapat menikmati dan mempelajari kesenian dengan praktis dan mudah, dalam hal ini khususnya seni rupa, ARTEDUCARE tidak terlepas dari sebuah ekosistem kampung. Merespons ekosistem kampung di dalamnya melalui kegiatan kreatif menjadi salah satu wadah ARTEDUCARE yang cukup tepat untuk memberikan mereka wawasan dan praktik seni rupa yang lebih luas.

Kampung Joyoraharjan menjadi tempat perhelatan PRA EVENT ARTEDUCARE 8. sebuah kampung padat penduduk dengan karakteristik dan tingkat sosial yang berbeda-beda menjadi salah satu hal yang menarik. Berbeda dengan ruang Galeri pada umumnya yang hanya mencoba menarik masyarakat untuk datang ke sebuah pameran. Pra Event ARTEDUCARE menjadi sebuah kegiatan yang mencoba menjemput bola, dalam arti ARTEDUCARE mencoba untuk terjun langsung dalam masyarakat dan mengajak masyarakat untuk praktik secara langsung dan berinteraksi. Interaksi yang ditimbulkan terhadap proses yang kami lakukan pada dasarnya menjadi sebuah harapan besar timbulnya rasa keingintahuan Masyarakat terhadap proses, praktik, dan hasil karya seni rupa.

Mural kampung pada hal ini menjadi salah satu hal yang merespons tembok-tembok polos ataupun kotor di Kampung tersebut menjadi lebih berwarna dan mempunya makna dan artinya secara masing-masing. Selain memberdayakan masyarakat melalui kegiatan bersama dan kreatif, Mural Kampung setidaknya menjadi representasi Kampung yang ramah seni dan budaya yang ada di Indonesia.

Mengangkat tema ‘Gotong Royong’ menjadi salah satu hal yang menarik untuk di visualkan di dalam sebuah kampung. Gotong Royong layaknya menjadi salah satu harapan kerukunan dan keramah tamahan yang baik pada sebuah kampung.

Berikut karya-karya mural di kampung Joyoraharjan:

Mural Karya : Elham Nur F, Iwan Karunia, Nandar Adi Prayoga, Bayu Artrachis, Beny dan Partisipan Masyarakat.

Mural Karya : Imas Damar, Dikki Mahendra, Satria Yuan dan Teman-teman.

Mural Karya : Tianaf

Mural Karya : Satrio Adi Wibowo dan Hidrus

Mural Karya : Dosen Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS dan Mahasiswa Panitia ARTEDUCARE 8

Mural Karya : Akhdan Dimas, Wendro, dan teman-teman Primer

Mural Karya : Farras Mubarok dan Wahyu V

Mural Karya : Lestian

Mural Karya : Muhammad Dzukkiyul Fikri

Mural Karya : Teman-Teman Panita ARTEDUCARE 8

Praktik berkeseni-rupaan tentunya tidak harus diberikan kepada anak-anak. Ibu-Ibu PKK menjadi salah satu sasaran kami untuk diberikan Workshop tentang bagaimana membuat sebuah karya seni dengan memanfaatkan kain Perca.

Kain perca yang merupakan kain potongan-potongan dari sisa penjahit pakaian menjadi salah satu bahan yang mudah didapat dan tentunya untuk mendapatkannya cukup membelinya dengan harga yang sangat terjangkau.

Sablon menjadi materi workshop kami kepada anak-anak muda Karang Taruna kampung Joyorharjan. Pada kesempatan itu ARTEDUCARE 8 menggandeng HOME STAY SCREEN PRINTING untuk menjadi pematerinya. Desain yang mencoba kami cetak adalah Logo Pemuda Karang Taruna. Antusias yan cukup baik dari kampun tersebut menjadi sebuah bukti, bahwasanya Pendidikan Berkesenian melalui workshop-workshop sangt dibutuhkan oleh ekosistem masyarakat.

Memberikan pelajaran berkesenirupaan kepada masyarakat, tentunya menjadi salah satu hal yang menarik. hal tersebut didukung karena ranah seni rupa yang kurang dikenal oleh Masyarakat pada saat ini. Memperkenalkan materi pembelajaran seni rupa yang tidak hanya sebatas gambar gunung menjadi salah satu fokus ARTEDUCARE. Hal tersebut kami praktikkan dalam kegiatan workshop-workshop dengan mater-materi seni-rupa yang lebih luas dan rutin kami lakukan pada setiap eventnya. Workshop boneka ini dilaksanakan di di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta.

Kain perca adalah salah satu bahan yang biasa dipakai untuk membuat aneka kerajinan, kain ini bisa didapat dengan mudah. Kain perca merupakan kain sisa guntingan dari pembuatan pakaian, kerajinan/produk tekstil lainnya. Kain perca ini mudah ditemukan pada tukang jahit dan rumah-rumah produksi konveksi. Walaupun kain perca terlihat lusuh, tidak menarik, dan banyak motif yang berbeda, jika kita bisa memanfaatkannya maka menjadikan bahan ini sebagai sebuah karya yang unik bukanlah hal yang mustahil.

Kerajinan yang terbuat dari kain perca sebenarnya tidak perlu sulit dibuat, tidak perlu memiliki alat jahit yang profesional untuk menjahitnya. Bermodalkan benang dan jarum pun dapat digunakan. Salah satu karya yang dapat dibuat menggunakan bahan ini adalah boneka perca.

Lampion benang merupakan sebuah lampu yang dibuat menggunakan benang atau tali yang dibentuk sebagai tempat bohlam lampu. Pada pembuatan lampion dari benang, kita memerlukan beberapa bahan serta alat yang harus disiapkan yaitu balon karet yang digunakan untuk membuat bentuk lampion, benang yang akan digunakan sebagai bahan utama dililitkan pada balon hingga membentuk lampion, lem kayu untuk merekatkan benang pada lampion. Membuat lampion dari benang ini selain untuk mempercantik ruangan/rumah, juga berfungsi menambah kreativitas.

Memberikan materi workshop berupa lampion menjadi salah satu media yang butuh ketelatenan dan kesabaran dalam membuatnya. Dengan persiapan yang harus matang, kami mencoba mempersiapkan diri baik dalam hal alat dan bahan, ataupun kesiapan dari kita masing-masing. memperkenalkan cara membuat lampion kepada anak-anak sekolah dasar tentunya menjadi salah satu kegiatan yang masih sangat jarang dilakukan oleh banyak istitusi sekolah di Indonesia. selain menjadi salah satu materi yang cukup berbeda, lampion menjadi salah satu trend masyarakat saat ini, baik dalam keagamaan, ataupun sebagai kebutuhan banyak orang untuk memperindah ruangan.

Mengenalkan materi Ebru pada anak-anak TK tentunya menjadi sesuatu yang langka di tengah tengah masyarakat. Pada notabenenya, anak-anak TK hanya sebatas diajarkan mewarnai objek gambar oleh gurunya. salah satu terobosan yang cukup kreatif dan berbeda kami lakukan pada saat ini. Selain sebagai salah satu tujuan utama ART EDU CARE untuk memberikan makna yang lebih luas terhadap praktek seni rupa khususnya di Indonesia, pada dasarnya hal tersebut menjadi salah satu cara untuk memancing daya estetik dan kreativitas yang dimiliki oleh anak itu sendiri.

Workshop Ebru dilaksanakan di TK Pertiwi Ngringo Palur

Flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya). Kain ini memiliki ketebalan dan tekstur yang beragam.
Kreasi flanel merupakan suatu kerajinan yang terbuat dari kain flanel itu sendiri yang nantinya akan dipotongi dan dirangkai sehingga menghasilkan berbagai macam bentuk yang kemudian direkatkan dengan lem.

Kelebihan kreasi kain flanel ini terletak pada kain flanel yang memiliki kekayaan warna dengan degradasi yang cantik, sehingga semakin menarik kain flanel itu untuk diolah. Kain flanel juga mudah didapat dengan harganya yang relatif murah.

Kreasi flanel ini dapat digunakan untuk mempercantik peralatan-peralatan rumah, ruangan, selain itu proses pembuatannya akan melatih daya kreativitas serta meningkatkan keterampilan.

Pada kesempatan Workshop dengan menggunakan media kain flanel yang kami lakukan di SLB YKAB Surakarta, menjadi salah satu hal yang cukup menarik dan efektif bagi mereka. Terbukti dengan antusias dan aktifitas mereka yang cukup tertarik dengan kegiatan ini. Kain flanel merupakan Flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya). Kain flanel mudah dijumpai di pasaran, dengan harga yang relatif terjangkau. Kain ini memiliki ketebalan dan tekstur yang beragam. Kelebihan dari kain ini sendiri adalah mudah dibentuk dan pada proses penjahitan tidak perlu dilipat seperti kain yang lain.

Dengan alat dan bahan yang mudah didapat dan harga yang terjagkau menjadikan materi workshop menggunakan media kain flanel menjadi ssuat yang diharapkan dapat dipraktekkan oleh siswa-siswi SLB YKAB Surakarta nantinya setelah workshop sudah kami berikan. Menggunakan kain lanel tentunya juga menjadikan siswa untuk dituntuk terampil dan kreatif, baik dalam mendesain dan memilih warna kain pada setiap bagian-bagian objek desainya.

SEHARI BOLEH GILA​ merupakan puncak dari 3 rangkaian acara Pra Event AEC #8. Acara Pra Event itu sendiri meliputi lomba menghias tong sampah yang diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA se solo raya, Proyek Kampung Seni di Kampung Joyoraharjan, serta acara Sehari Boleh Gila yang akan dilaksanakan di Car Free Day Slamet Riyadi, Surakarta.

Mengapa dinamakan “SEHARI BOLEH GILA​”.? Karena pada saat terselenggaranya acara semua panitia yang terlibat akan menggunakan pakaian ataupun properti yang membuat mereka tampak sangat berbeda pada hari-hari biasanya. Sesuai dengan konsep acara ini, semua yang terlibat akan menjadi “gila”. Selain dapat melihat panitia dengan berbagai macam kostum, acara ini juga dimeriahkan live acoustic, menggambar bersama, serta dibukanya stand Art Edu Craft yang berisi produk handmade mahasiswa FKIP Seni Rupa

Berita

After Movie Art Edu Care #8: Side by Side

Proyek Kampung Seni Joyoraharjan Art Edu Care #8: Side by Side

Sehari Boleh Gila, Art Edu Care #8: Side by Side

Dampak Sosial Art Edu Care Pada Lingkungan dan Masyarakatnya.

Lomba Melukis Tong Sampah, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Lampion bersama Solo Mengajar, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Lampion di SDN Gulon, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Flanel di SLB YKAB Surakarta, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Flanel di SLB YKAC Surakarta, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Ebru, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Boneka Perca, Art Edu Care #8: Side by Side

Workshop Kain Perca, Art Edu Care #8: Side by Side

Kemeriahan dalam Art Edu Care #8: Side by Side

Puisi Pembukaan Art Edu Care #8: Side by Side

Dokumentasi