Art Edu (Caution)

17 Maret 2008
Setelah 23 tahun sepi dari perhelatan dan kegiatan kesenian, pada tahun 2008 Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS menggagas sebuah kegiatan untuk dalam rangka memperingati Dies Natalis UNS ke-32 Kegiatan tersebut dirancang menjadi sub – kegiatan, yaitu pameran seni rupa yang melibatkan unsur dosen, alumni, dan mahasiswa, seminar pendidikan seni rupa, dan lomba mewarnai tingkat taman kanak – kanak juga lomba poster tingkat SMA se–Surakarta.
Rangkaian kegiatan yang menjadi pijakan penting tersebut diberi tajuk Art Edu (Caution). Tajuk tersebut dimaksudkan sebagai penegasan bahwa Prodi yang sempat mati suri dari kegiatan dalam waktu yang cukup panjang ini masih ada, juga sebagai sebuah peringatan internal kepada seluruh warga Prodi Pendidikan Seni Rupa untuk bangun dari tidur panjang dan memiliki kesadaran bahwa Prodi ini mesti hidup dengan gairah berkegiatan dalam ranah pendidikan seni rupa.
Memang tidak mudah memulai sesuatu yang baru, namun demikian seluruh sumber daya yang ada di Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS mencoba menyatukan visi, pemikiran dan kreativitas. Seluruhnya dipaksa untuk belajar mengorganisir kegiatan. Hal tersebut sangat terasa baik di kalangan dosen maupun mahasiswa. Sebelumnya kerja bersama antara dosen dan mahasiswa dalam mengorganisir suatu kegiatan belum pernah terjadi. Panitia kegiatan pun segera dibentuk. Setiap sub – kegiatan diketuai dan dikoordinasi oleh mahasiswa.
Art Edu (Caution) sebagai sebuah batu pijakan merupakan kegiatan penting yang menandai kebangkitan Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS.
Art Edu (Caution)

Events
Sebanyak 80 – karya dipamerkan di galeri seni rupa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT). Karya dosen, alumni, dan mahasiswa yang dipamerkan berupa karya dua dimensi dan tiga dimensi.

Seminar Pendidikan Seni Rupa yang bertempat di ruang seminar gedung A FKIP UNS mengambil tema “Peran Pendidikan Seni dalam Meningkatkan Kecerdasan Estetis dan Membentik Generasi Berkarakter”. Tema semiar ini juga sejalan dengan motto FKIP UNS “ Berkarakter Kuat dan Cerdas”.
Menyoalkan pentingnya kecerdasan estetis ini, dalam kata pengantarnya Drs. Tjahjo Prabowo, M.Sn, menyatakan: “pemilihan tema tersebut berangkat dari pemahaman bahwa kecerdasan estetis sama pentingnya dengan kecerdasan nalar, kecerdasan emosi dan kecerdasan raga dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi keguruan yang mencetak calon guru seni rupa peduli terhadap kecerdasan estetis apresiasian seni agar kecerdasan tersebut tidak semata–mata diserahkan kepada media televisi yang saat ini seolah–olah telah menjadi guru kebudayaan bagi peserta didik di sekolah dan masyarakat luas pada umumnya”


